Belajar dari Kepemimpinan Perempuan dalam Menghadirkan Kelapa Sawit Berkelanjutan

DESEMBER 15,2020

 

Jakarta - Pada 4 Desember 2020 lalu, SPOI UNDP dengan menggandeng tim Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) mengadakan webinar umum yang mengangkat tema ‘Peran Strategis Perempuan dalam Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan’. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kontribusi SPOI UNDP pada kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP).

Awal kegiatan dibuka oleh sambutan Sophie Kemkhadze, Ph.D, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia yang menekankan bahwa organisasinya akan terus mendorong agenda kesetaraan gender kepada kementerian/lembaga dan organisasi pembangunan di Indonesia, salah satunya pada sektor kelapa sawit berkelanjutan yang saat ini telah memiliki banyak perempuan yang memegang posisi strategis.

Sambutan lainnya diberikan oleh Muhammad Ihsan, S.Ag, MA, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). KPPPA mengakui bahwa sawit memang menjadi komoditi primadona, namun sayangnya masih banyak permasalahan hak pekerja perempuan di perkebunan kelapa sawit  yang belum terpenuhi.  UNtuk mengatasi masalah ini, setidaknya para pemangku kepentingan harus dapat memastikan perlindungan terhadap perempuan dan anak; serta memberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan terlibat aktif menjadi bagian dari kelompok ekonomi dan sosial.

Webinar ini menghadirkan beberapa panelis perempuan dengan berlatar belakang birokrat, praktisi dan aktivis yaitu :

  • Ir Musdhalifah Machmud, MT, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kemenko Bidang Perekonomian;
  • Yuslinda, MM, Kepala BAPPEDA, Provinsi Kalimantan Barat ;
  • Nursani Mona Surya. Bendahara Umum, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)
  • Nurbaya Zulhakim. Direktur Setara Jambi
  • Desi Kusumadewi. Head of Sustainability, IFFCO Group.

Para panelis menceritakan perannya masing-masing termasuk ketika bekerja multi-pihak mengurusi hal-hal strategis pada persoalan kebijakan  di level nasional dan provinsi, urusan manajemen perkebunan kelapa sawit, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bergantung pada komoditi kelapa sawit di daerah.

Salah satu pesan penting yang disampaikan oleh para panelis adalah bahwa program-program pengarusutamaan gender di sektor perkebunan kelapa sawit saat ini sudah menjadi salah satu target capaian pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB). Saat ini sedang disusun panduan pembentukan tim pelaksanaan daerah dan penyusunan rencana aksi daerah yang responsif gender dengan menggandeng banyak pemangku kepentingan, salah satunya KPPPA.

Webinar yang dilaksanakan melalui media Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui Kanal Youtube UNDP SPOI ini mendapatkan respon yang positif dari para peserta yang datang dari berbagai latar belakang. Harapan yang paling banyak disampaikan pada salah satu sesi jalin aspirasi adalah bagaimana perempuan dapat lebih berkontribusi dalam mendukung business process kelapa sawit dan bagaimana perempuan dapat berperan menjadi pengambil keputusan dalam sektor sawit Indonesia.