Indonesia Tunjukkan Pesan Percaya Diri dalam Kelapa Sawit Berkelanjutan

APRIL 28,2021

Sebagai salah satu upaya untuk menyebarluaskan capaian pemerintah Indonesia dalam tata kelola kelapa sawit berkelanjutan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan International Webinar Sustainable Palm Oil Development in Indonesia secara daring melalui Zoom dan Youtube pada 7 – 8 April 2021.

Di hari pertama, webinar difokuskan pada penyebarluasan informasi tentang kebijakan pemerintah dan capaian yang telah diraih berbagai kementerian/lembaga dalam perbaikan tata kelola kelapa sawit berkelanjutan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya diplomasi kelapa sawit khususnya untuk masyarakat internasional

Resident Representative UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura, memberikan sambutan dengan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara. Mr Shimomura turut menekankan bagaimana pengembangan kelapa sawit menghadapi tantangan yang cukup kompleks dan harus dihadapi secara bersama-sama.

Webinar ini menjadi istimewa dengan adanya sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan informasi penting tentang performa komoditas sawit yang tetap menunjukkan angka yang baik meskipun dalam masa pandemi Covid-19.

“Tren positif ini terus berlanjut pada tahun 2021 dan turut berdampak positif pada penerimaan negara, serta peningkatan kesejahteraan pekebun kelapa sawit di tingkat tapak”, terangnya.

Sambutan dari Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, kembali menegaskan bagaimana kelapa sawit sebenarnya memiliki performa sustainability yang lebih baik karena memiliki keunggulan yaitu lebih efisien dalam penggunaan lahan dan produktivitas lebih tinggi daripada tiga komoditas minyak nabati lainnya yaitu soybean (Brazil), rapeseed (EU) dan sunflower.

Masni Eriza, Direktur Kerja Sama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri menjadi moderator di hari pertama webinar.

Hadir sebagai panelis adalah: 1)  Musdhalifah Machmud, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kemenko Bidang Perekonomian; 2) Ruandha Agung Sugardiman, Plt. Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK); 3) Agus Widjayanto, Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN), dan 4) Dyah Hartanti Purwitasari, Koordinator Pengawasan Norma Hubungan Kerja dan Perlindungan Berserikat/Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Madya, Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain panelis tersebut, hadir pula perwakilan Astra Agro Lestari dan KUD Tani Subur yang menceritakan manfaat sertifikasi ISPO bagi perusahaan dan pekebun kelapa sawit.

Di akhir webinar hari pertama, Moderator memberikan catatan penutup sebagai refleksi atas hasil paparan dan diskusi. Studi bersama antara peneliti Indonesia dan Eropa yang melihat penggunaan lahan, produktivitas, dampak lingkungan, dan dampak sosial ekonomi dari empat jenis minyak nabati, telah mendapatkan berbagai hasil yang komprehensif dan komparabel tentang performa keberlanjutan kelapa sawit.

Dari hasil studi tersebut, stakeholder internasional seharusnya lebih memahami bahwa berdasarkan informasi yang telah terbukti secara ilmiah, sawit Indonesia berkontribusi besar terhadap SDGs 2030.

Di samping itu, terbitnya Inpres 6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan dan keberhasilan pelaksanaannya akan mendukung kontribusi sawit terhadap SDGs.

Moderator menutup dengan menyebutkan bahwa Indonesia sudah menerapkan sertifikasi ISPO yang sudah diperbaharui. Harapannya, standar sawit Indonesia dapat memastikan bahwa keseluruhan rantai produksi dapat berkelanjutan serta dapat mendorong keberterimaan produksi kelapa sawit bersertifikasi ISPO di pasar internasional.

Sementara itu, webinar hari kedua berfokus pada kolaborasi pihak swasta dan non-pemerintah yang mendukung kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia melalui inisiatif yang dilaksanakan di level tapak.

Hari kedua ini diawali oleh sambutan dan paparan Musdhalifah Machmud, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kemenko Bidang Perekonomian serta Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Dengan dimoderatori oleh Aisyah Sileuw dan Charles O’Malley, webinar hari kedua menghadirkan Fenneke Brascamp, Program Manager for Siak Pelalawan Landscape Programme (SPLP). SPLP adalah salah satu contoh model kolaborasi antara produsen dan pembeli.

Kemudian ada Stephanie Lim, Sustainability Communications Lead, Musim Mas Group; dan Nasuha Thaha, Stakeholder Engagement Manager, Cargill Asia Pacific.

Dari rangkaian webinar ini, Pemerintah Indonesia ingin menyampaikan pesan kepercayaan diri yang tinggi tentang komitmen perbaikan tata kelola kelapa sawit berkelanjutan kepada dunia internasional dengan menyampaikan apa yang sudah dicapai.

Namun demikian, usaha pembangunan kelapa sawit berkelanjutan tidak berhenti pada titik ini karena dari paparan hari ke-2, diharapkan ada kolaborasi-kolaborasi lain yang terinspirasi untuk berkontribusi pada sawit berkelanjutan khususnya antara buyer dan consumer produk kelapa sawit Indonesia.