Media di Riau Respon Baik Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan

MARET 30,2021

Pekanbaru – Media nasional dan lokal yang berbasis di Riau sambut baik usaha Pemda Pelalawan dan Riau dalam mengembangkan kelapa sawit berkelanjutan sesuai Inpres 6/2019 yang dibuktikan dengan keikutsertaan mereka dalam kegiatan media tour ke Pelalawan dan Riau pada 9 - 10 Maret 2021 yang difasilitasi oleh UNDP -SPOI.

Rangkaian kegiatan ini meliputi diskusi dengan Bupati Pelalawan, kunjungan ke Asosiasi Amanah yang berhasil meraih sertifikasi ISPO, observasi pelatihan pekebun, serta dialog dengan pemangku kepentingan sawit di Provinsi Riau.

Setidaknya enam media berbasis online yaitu Metro Riau, Riau Pos, ANTARA News Riau, Warta Ekonomi, dan CNN Indonesia mengikuti rangkaian kunjungan dan menggali informasi untuk dapat mendiseminasikan capaian Pemda Pelalawan dan Pemprov Riau dalam melaksanakan Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB).

Di Kabupaten Pelalawan, capaian yang paling signifikan adalah pengesahan Rencana Aksi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAK KSB) Kabupaten Pelalawan Tahun 2020 – 2024.

“Rancangan RAK KSB disusun melalui beberapa kali rapat sejak 2019 dengan melibatkan unsur gabungan Pemda, pelaku usaha, dan mitra pembangunan hingga mendapatkan finalisasi pada Januari 2020. Pemerintah melaksanakan proses finalisasi dan legalisasi lanjutan secara virtual karena pandemi Covid-19 dan berhasil mengesahkan RAK KSB melalui Peraturan Bupati No 73 Tahun 2020”, ungkap M Harris, Bupati Pelalawan.

Setelah bertemu dengan Bupati, rombongan jurnalis melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Ukui Dua untuk menemui perwakilan Asosiasi Amanah, KUD Bukit Potalo dan Asian Agri yang menjadi kontributor pendukung kesuksesan dalam meraih sertifikasi ISPO.

“Pada awalnya, petani mengalami kesulitan dalam pemenuhan ijin. Namun setelah adanya dukungan UNDP SPOI dan kolaborasi dengan swasta, kami bisa meraih sertifikasi ISPO di tahun 2016”, terang Haji Sunarno (Pak Narno), Ketua Asosiasi Amanah.

Setelah mendapatkan sertifikasi ISPO, Pak Narno menerangkan bahwa petani antusias untuk mengelola kebunnya lebih baik dan ada perbaikan tata kelola organisasi. Mereka juga dapat mempraktikkan pengelolaan keuangan yang lebih baik sehingga berhasil menyewa kantor sendiri dan sanggup membiayai perijinan secara swadaya di samping pembiayaan dari pemerintah.

Untuk melengkapi informasi mengenai petani, rombongan jurnalis melakukan observasi pelatihan petani sawit swadaya di Desa Sorek Dua, Kecamatan Pangkalan Kuras.

Pelatihan yang mengangkat materi praktik pertanian yang baik (Good Agriculture Practice/GAP) ini merupakan kolaborasi dengan Musim Mas Group yang mengijinkan pemakaian modul pelatihan mereka.

Di akhir rangkaian kegiatan, para jurnalis melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Riau, GAPKI Riau dan perwakilan Universitas Riau di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Riau untuk mengetahui bagaimana forum dialog multi pihak di Riau dapat mendukung Pemprov dalam melaksanakan mandat RAN KSB.

-----

Penulis : Agus Hekso Proklamanto

Editor : Mariana Sidabutar