Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Sintang Dilegalisasi

MARET 20,2019

Setelah bekerja keras selama berbulan-bulan, dan atas kerjasama dan koordinasi yang sangat baik antara pemerintah dan para pemangku kepentingan kelapa sawit di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, akhirnya Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) telah selesai disusun pada tahun 2018. RAD KSB ini disusun melalui forum para pemangku kepentingan, Forum Koordinasi Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (FKPKSB) Kabupaten Sintang, yang merupakan bagian dari Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI).

Pada bulan Desember 2018, Bupati Sintang menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) yang melegalisasi RAD KSB. Perbup ini memastikan RAD KSB didukung dan diimplementasikan oleh seluruh pemangku kepentingan di Sintang, dan merealisasikan komitmen Sintang terhadap pengembangan kelapa sawit berkelanjutan. RAD KSB yang sudah legal ini juga akan membantu pemerintah dalam perencanaan, dan mengembangkan kebijakan serta program-program yang terkait dengan kelapa sawit.

Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH mengatakan “Terbentuknya FKPKSB Sintang dapat berdaya guna dalam membantu
Pemerintah Kabupaten Sintang mewujudkan komitmen perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, dan RAD-KSB diharapkan sebagai pedoman bersama para pihak dalam kebijakan, perencanaan, dan program terkait kelapa sawit di Kabupaten Sintang."

 “Semoga dokumen RAD-KSB ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Sintang dan pembangunan kelapa sawit di Indonesia. Dokumen RAD-KSB ini merupakan dokumen hidup yang dapat terus disempurnakan melalui input dan masukan dari para pihak." Ujar Dra. Yosepha Hasnah, M.Si, Ketua FKPKSB Sintang, "Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan RAD-KSB Kabupaten Sintang tahun 2018 –
2023 ini," tambahnya.