Jambi Province is committed to Sustainable Palm Oil

DECEMBER 17,2020

Jambi - Provinsi Jambi sebagai salah satu provinsi yang memiliki kelapa sawit sebagai komoditas utamanya menyatakan telah siap dan menyambut baik kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan kelapa sawit berkelanjutan.

Pesan tersebut tertuang dalam sambutan Gubernur Jambi, Dr. H. Fachrori Umar, M.Hum dalam kegiatan pertemuan bertajuk “Percepatan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan sebagai Bentuk Implementasi Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6/2019” yang diadakan di Jambi, 2 Desember 2020.

Dalam pertemuan ini, hadir pula perwakilan dari Kemenko Bidang Perekonomian yang memaparkan kebijakan luar negeri pemerintah Indonesia untuk komoditas kelapa sawit. Turut hadir pula Ir. Dedi Junaedi, M.Sc, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, yang juga menjadi National Project Director (NPD) Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI) – UNDP.

Provinsi Jambi pada saat ini telah berhasil menindaklanjuti Inpres No 6/2019 dengan mewujudkan Instruksi Gubernur No 1/INGUB/DISBUN-3.1/2020 tentang Rencana Aksi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Jambi Tahun 2020 – 2024. Peraturan ini diterbitkan dengan melihat fakta bahwa subsektor perkebunan berkontribusi signifikan bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi sebesar 54%. Sementara itu luasan kebun kelapa sawit di Jambi mencapai 134 ribu ha dengan disokong oleh setidaknya lebih dari 271 ribu pekebun sawit. Artinya, kelapa sawit turut menjadi salah satu pendukung utama bagi roda perekonomian di Provinsi Jambi.

Dalam pertemuan ini, dipaparkan pula terkait langkah-langkah Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kampanye negatif komoditas kelapa sawit di negara-negara Eropa dan negara maju lainnya dengan melakukan diplomasi dan advokasi yang dipimpin Kementerian Luar Negeri, melakukan kampanye positif sawit dalam berbagai media, serta meningkatkan nilai ekspor dan menambah tujuan ekspor produk turunan kelapa sawit ke luar negeri. Sejalan dengan upaya tersebut, kolaborasi multipihak di tingkat pusat (melalui Inpres 6/2019) dan di Provinsi Jambi (melalui Instruksi Gubernur No 1/INGUB/DISBUN-3.1/2020) diharapkan menjadi peta jalan menuju tata kelola kelapa sawit berkelanjutan.

Selain paparan dari perwakilan pemerintah, Provinsi Jambi juga mengusung kisah sukses dari Gapoktan Catur Manunggal yang telah memperoleh sertifikasi ISPO bagi pekebun swadaya dengan dukungan pemerintah daerah setempat. Diharapkan sertifikasi ini dapat meningkatkan daya jual produk kelapa sawit anggota kelompok tani tersebut di pasar.

SPOI – UNDP turut mendukung usaha dan langkah yang diambil pemerintah daerah dalam mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan sebagai strategi memajukan perekonomian daerah dengan mendukung pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN – KSB) yang mengusung komponen Penguatan Data, Koordinasi, dan Infrastruktur; Peningkatan Kapasitas & Kapabilitas Pekebun; Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan; Tata Kelola Perkebunan dan Penanganan Sengketa; dan Percepatan Sertifikasi ISPO dan Peningkatan Akses Pasar Produk Kelapa Sawit.